SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI AFRIKA


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Sejarahmasuknya Islam di Afrika
Patutdikemukakandisinibahwamasasejarahbagiafrikahitamtidaklahdimulaikecualidenganislam .hanyadenganislam, bahasadanperadabannyabangsahitaminibisamajudanmencapaiketinggianmateri.[1]
Kehadiran Islam di AfrikadapatditelusuripadaabadketujuhketikaNabi Muhammad nmemintabeberapasahabatpengikutnya, yang menghadapipenganiayaanolehpendudukpra-Islam untukmencariperlindungan di seberangLautMerah, atauKerajaan Kristen Abyssinia (Ethiopia). Dalamtradisi Islam, peristiwainidikenalsebagaiHijrahpertama, ataumigrasi.Ketikaitu, Afrikamenjaditempatamanpertamauntukkaum Muslim dantempatpertamakalinya Islam disebarkan di luarSemenanjung Arab.TujuhtahunsetelahwafatnyaRasuln, pasukan Arab menyerbuMesir, dandalamduagenerasi, Islam telahberkembang di Afrika Utara dan Maghreb (Maroko) Tengah.[2]
Agama Islam masukkedaratanAfrikapadamasaKhalifah Umar bin Khattaba, padawaktuAmru bin Ash amemohonkepadaKhalifahuntukmemperluaspenyebaran Islam keMesirlantarandiamelihatbahwarakyatMesirtelah lama menderitaakibatditindasolehpenguasaRomawidibawah Raja Muqauqis. Sehinggamerekasangatmemerlukanulurantanganuntukmembebaskannyadariketertindasanitu.Muqauqissesungguhnyatertarikhendakmasuk Islam setelahmenerimasuratdariRasulullahn. Namun, karenalebihmencintaitahtanyamakasebagaitandasimpatinyabeliaukirimkanhadiahkepadaRasulullahn.[3]

SelainalasandiatasAmru bin Ash amemandangbahwaMesirdilihatdarikacamatamilitermaupunperdaganganletaknyasangatstrategis, tanahnyasuburkarenaterdapatsungaiNilsebagaisumbermakanan. MakadenganrestuKhalifah Umar bin KhattabdiamembebaskanMesirdarikekuasaanRomawipadatahun 19 H (640 M) hinggasekarang.

Selamaabadkedelapanbelasdankesembilanbelas, konsolidasijaringanperdagangan Muslim, yang dihubungkandengangarisperdagangandanpersaudaraanantar-sufi, telahmencapaiAfrika Barat.Hal inimemungkinkanumat Islam untukmenggunakanpengaruhpolitik yang luarbiasadalamkekuasaan.Demikian pula, daripantaiAfrikaTimur, Islam menembusjalandarat.Ekspansi Islam di Afrikatidakhanyamengarahpadapembentukanmasyarakatbaru, tetapijugamasyarakat yang adasebelumnyadankerajaan yang berdasarkan model Islam.[4]


B.     PerkembanganPendidikan Islam di Afrika
PemabahasanmengenaimasukdanberkembangnyapendidikanIslam di AfrikamencakupbeberapawilayahnegarayaituMesir, Libia, Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania, Nigeria, Mali, PantaiGading, Sudan, Ethiopia, Kenya, Zambia dan lain-laannya. Namun yang akandibahas kali inihanyasebagiannyasaja.

a)      Mesir
Secarahhistoris, perkembangandanpembaharuanpendidikan di Mesir di mulaipadasaatmendaratnyaNapolean Bonaparte (1798-1799) di Mesirkarenamerekalah yang mengenalkankemajuan Barat.Di saatitu, KerajaanUsmanidankaumMamluk yang menguasaimesirsudahsedikitmelemah.NapoleanMendarat  di Alexandria padatanggal 2 juni 1798 dankeesokanharinyakotapelabuhan yang pentinginijatuh. Sembilan harikemudian, Rasyid, suatukota yang terletak di sebelahtimurAlaxandria, jatuh pula. Padatanggal 21 julitentara Napoleon sampai di daerahPiramid di dekat Cairo.Pertempuranterjadi di tempatitudankaumMamlukkarenataksanggupmelawansenjata-senjatameriam Napoleon, larike Cairo.[5]
Setelah Napoleon mendarat kurang lebih selama tiga minggu di Alexandria, pada tanggal 22 juli mereka berhasil menguasai Mesir. Misi mereka tidak hanya menguasai Mesir saja tetapi juga daerah-daerah Timur Tengah lainnya juga, namun usaha Napoleon itu tidak berhasil. Pada tanggal 18 Agustus 1799, Napoleon meninggalkan Mesir kembali ke tanah airnya Paris, karena saat itu perkembangan Politik di Prancis menghendaki kehadirannya. Ekspedisi yang dibawahnya ia tinggalkan di bawah pimpinan Jendral Kleber.
Napoleon datang ke Mesir bukan hanya membawa tentara. Dalam rombongannya terdapat 500 kaum sipil dan 500 wanita. Di antara kaum sipil terdapat 167 ahli dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan. Napoleon juga membawa dua set alat percetakan dengan huruf Latin, Arab, Yunani. Di Mesir mereka membentuk suatu lembaga ilmiah bernama Institut Egypte, yang mempunyai empat bahagian : bahagian Ilmu Pasti, Bahagian Ilmu Alam, Bahagian Ekonomi-Politik dan bahagian Sastra-Seni.
Dengan Semangat Pembaharuan pasukan Napoleon  selama menduduki Mesir, mulai lahir-lahir ide-ide baru untuk melakukan pembaharuan dalam Islam dan meninggalkan keterbelakangan menuju modernisasi di berbagai bidang khususnya bidang pendidikan. Upaya pembaharuan dipelopori oleh Muhammad Ali Pasya, Muhammad Abduh dan pemikir-pemikir lainnya.



b)      Tunisia
Pada abad pertama sampai abad ke empat orang Andalusia menuntut ilmu dari kota Kairoan Tunisa bertujuan untuk menggali ilmu pengetahuan atau para ilmuan Afrika pergi ke Andalusia untuk menuntut ilmu dan sastra dan juga ilmu hukum.
Banyak orang-orang berpergian dari Andalusia ke Tunisia pada masa Habsiyin dan ketika kota-kota Islam ditaklukkan oleh Spanyol banyak orang yang pindah ke Tunisia maka jadilah tanah Habsy menjadi tanah Andalusia, cara hidupnya dan pekerjaannya, tentaranya, dan perwiranya dan mereka itu senentiasa belajar dari orang-orang Andalusia sebagai mana kebanyakan para sastrawan dari negri Andalusia.
Kemudian pindahlah pendidikan tinggi dari universitas Kairowan ke universitas Zaituniah di Tunisa, dan menata peraturan maka berpindahlah pelajaran hadis dari shahih Muslim menjadi shahih Bukhari. Secara umum keseimbangan pelajaran kitab Qaironiah kepada kitab-kitanb Mesir dan kitab-kitab Andalusia
[6]

Adapun dari segi pengajaran banyak diambil guru-guru dari Qairoan atau orang Tunisia dan mengambil guru-guru dari Andalusia. Adapun mata pelajaran yang dipelajari sudah dipisahkan antara universitas dan Baitul hikmah dan menggabungkan pelajaran seperti ilmu agama, sastra, olah raga, kedokteran, teknik dan filsafat, sehingga menjadikan kurikulum yang diakui sehingga membuat kebudayaan yang beraneka ragam.
Adapun institut pengajaran di Tunisia pada abad ke enam belas dan setelahnya ma’had-ma’had itu antara lain :
1.      Ma’had kitab yaitu terletak dekat masjid atau bergabung di masjid atau terpisah dengan masjid institut ini yang terletak terpisah dengan masjid biasanya terletak dipinggir jalan.
Institut ini terbagi menjadi institut Adori yaitu khusus untuk orang kota dan rifi khusus orang pedalaman.
2.      Ma’had kuttab Baladi Andalusi, ini khusus untuk warga Tunisia Afrika karena orang ini adalah orang pribumi, adapun Andalusia tadi diutamakan bagi orang yang berperestasi dan banyak menghafal dan faham.
Kuttab Andalusi ini di mulai dari Tanjah di Utara Maroko dan berakhir di daerah Badranah di Libia. Adapun di Tunisia terdapat di ibu kota. Dalam kehidupan orang Andalusia yang terdapat di kota-kota atau di kampung-kampung yang di huni oleh orang imigran dari Andalusia dari tahun 1017 H atau 1613 M.
Adapun ma’had Kuttab dari segi jenisnya dibagi menjadi kuttab khusus laki-laki- dan kuttab khusus perempuan. Adapun kuttab untuk perempuan itu terdiri dari sekolah-sekolah kejuruan terletak di kota atau dikampung dan mereka belajar di sekolah itu dari daerah-daerah Tadriz dan juga Tasdid dan Khurasan, mereka itu memepelajari cara-cara menjahit dan memasak dan menata rumah dan tentang adab budi pekerti dan juga apa-apa yang dipelajari oleh anak laki-laki di sekolah itu. Murid-murid istana itu mereka terlebih dahulu belajar dari perempuan begitulah kebiasaan pada masa Ibn Hajam yang meninggal 456 H dan berlangsung sampai akhir abad 13 H.[7]
c)      Sudan
Sudan (Republic of Sudan) adalah negara yang terletak di timur laut benua Afrika. Sebelum referendum yang memisahkan Sudan menjadi dua bagian, Sudan merupakan negara terluas di Afrika dan di daerah Arab, serta terluas kesepuluh di dunia. Negara ini berbatasan dengan Mesir di utara, Laut Merah di timur laut, Kongo dan Afrika Tengah di barat daya, Chad di barat, dan Libya di barat laut. Sungai Nil yang merupakan sungai terpanjang di dunia.
Sebagai anggota dari PBB, Sudan juga anggota dari Arab Union, Liga Arab, OKI, dan Gerakan Non-Blok, dan juga sebagai pengamat di WTO. Ibu kota negara ini adalah Khartoum, yang merupakan pusat politik, kebudayaan, dan perdagangan. Sementara Omdurman sebagai kota terbesarnya. Dengan jumlah populasi sebesar 42 juta jiwa, Islam Sunni merupakan agama resmi dan terbanyak dianut, sementara bahasa Arab merupakan bahasa resmi negara ini secara de jure dan bahasa Inggris secara de facto. Struktur sosial budaya Sudan terdiri dari satuan satuan lepas yang berganda. Sekitar 600 kelompok etnis yang berbeda satu sama lain, terutama penduduk di bagian utara dan selatan. Mereka terdiri dari kabilah-kabilah yang berpencar dan berpindah-pindah. Kebudayaan Sudan tumbuh dari unsur-unsur kebudayaan Islam dan Afrika. Islam masuk ke bumi Sudan pada pertengahan abad ke-7 melalui pedagang Arab yang melintasi laut merah dan masuk ke daerah Nubiah dan Bija di timur laut Sudan.

Pendidikan di Sudan digratiskan dan diwajibkan bagi seluruh anak-anak usia 6 sampai 13 tahun. Pendidikan dimulai dari pendidikan dasar selama dari delapan tahun, kemudian pendidikan menengah tiga tahun. Jenjang pendidikan diubah menjadi berformat 6 + 3 + 3 pada tahun 1990. Bahasa pengantar pedidikan yang digunakan di semua tingkatan adalah bahasa Arab. Lokasi sekolah terkonsentrasi di sejumlah daerah perkotaan, yang mana sejumlah sekolah yang terletak di bagian Selatan dan Barat telah rusak bahkan hancur akibat konflik di Negara tersebut.
Pada tahun 2001, Bank Dunia memperkirakan bahwa partisipasi murni siswa Sekolah Dasar adalah 46% dan 21 persen dari pelajar sekolah menengah yang terdiri dari siswa yang memenuhi syarat. Tingkat kelangsungan pendidikan di Sudan sangat bervariasi, di beberapa provinsi bahkan hanya mencapai di bawah 20 persen.
Sudan memiliki 19 universitas berbahasa Arab. Pendidikan di tingkat menengah dan pendidikan tinggi di universitas mengalami masalah penghambat yang serius disebabkan oleh sebagian besar penduduk berjenis kelamin laki-laki melaksanakan dinas militer sebelum dapat menyelesaikan pendidikan mereka.
Di bidang pendidikan formal, Sudan mempunyai banyak universitas ternama yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun. Diantara perguruan tinggi tersebut adalah Khartoum University, Omdurman Islamic University, El-Nilein University, Khartoum International Institute of Arabic, Universitas Al Quran Al Karim dan yang paling muda adalah International University of Africa.
Adapun pendidikan non formal, di Sudan terdapat banyak majelis-majelis ilmu yang menggunakan system talaqqi lewat para Masyaikh yang tersebar hampir di seluruh penjuru Sudan, dan diantara jama’ah yang paling eksis dalam bidang ini adalah Jama’ah Anshar Sunnah Al Muhammadiyah yang menebarkan Dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dengan pemahaman Salaf as-Sholih.[8]








BAB III
KESIMPULAN

Kehadiran Islam di Afrika dapat ditelusuri pada abad ketujuh ketika Nabi Muhammad n  meminta beberapa sahabat pengikutnya, yang menghadapi penganiayaan oleh penduduk pra-Islam untuk mencari perlindungan di seberang Laut Merah, atau Kerajaan Kristen Abyssinia (Ethiopia).Tujuh tahun setelah wafatnya Rasuln, pasukan Arab menyerbu Mesir, dan dalam dua generasi, Islam telah berkembang di Afrika Utara dan Maghreb (Maroko) Tengah, tepatnya pada masa khalaifah Umar bin Khattab.
Benua Afrika dengan latar belakang wilayah yang tandus dan minim sumber daya alam memiliki perkembangan yang cukup signifikan dalam dunia pendidikan islam, diantaranya yang dapat kami sebutkan adalah Mesir, Tunisia, dan Sudan. Hal ini dapat kita tinjau dari mayaoritas penduduk negara-negara di Afrika yag memeluk agama Islam, kemudian bahasa yang mereka gunakan mayoritas adalah bahasa Arab yang merupakan identitas agama Islam, dan lembaga-lembaga perguruan Islam yang berdiri di sana.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad al-usairy.Sejarah Islam. Jakarta : Akbar Media. 2012. Hal.343 
file:///G:/Pendidikan%20Di%20Tunisia%20_%20munawir-pa1000.htm
http: //beritasore/Wikipedia
http: //ma-ulumulquran.blogspot.com/2013/01/sejarah-pendidikan-islam-di-dunia-dan.html


Tidak ada komentar

Silahkan mengcopy-paste, menyebarkan, dan membagi isi blog selama masih menjaga amanah ilmiah dengan menyertakan sumbernya.

Salam : Admin K.A.

Diberdayakan oleh Blogger.