MAKALAH MetodePendidikan Islam

BAB 11
PEMBAHASAN
Definisi MetodePendidikan Islam
            Kata metode berasal dari bahasa Yunani, yaitu meta dan hodos. Meta berarti melalui dan hodos berarti berjalan atau cara. Dalam bahasa Arab kata metode dikenal dengan istilah thariqah yang berarti langkah-langkah yang diambil seorang pendidik guna membantu peserta didik merealisasikan tujuan tertentu. Dengan demikian, bisa dipahami bahwa metode berarti cara yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan tujuan yang dikehendaki.[1]
Urgensi Metode Pendidikan
Metode  pendidikan dapat menciptakan interaksi antara guru dengan murid, dan sebaliknya murid dengan guru serta murid dengan murid. urgensi metode pendidikan antar lain sebagai berikut
1.         Metode sebagai alat motivasi ekstrinsik
Tidak dapat dipungkiri dalam kegiatan pendidikan baik di rumah maupun di sekolah atau dimana saja dibutuhkan motivasi. Motivasi bisa berasal dari dalam (motivasi intrinsik) dan dari luar (motivasi ekstrinsik). Salah satu komponen pendidikan yang dapat memberikan motivasi belajar yang bersifat ekstrinsik kepada peserta didik adalah guru. Lalu, salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru dalam memberikan motivasi belajar kepada peserta didik adalah dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan tidak terpaku atau terjebak hanya menggunakan satu metode saja.
            Dengan keterampilan menggunakan variasi metode pembelajaran, guru akan dapat membangkitkan serta memelihara motivasi belajar yang dimiliki peserta didik. Dengan bangkitnya semangat dan gairah belajar, akan timbul keinginan dalam diri peserta didik untuk menuntut ilmu dengan penuh ketekunan dan kesabaran dalam menghadapi berbagai rintangan dan tantangan dalam belajar.

2.         Metode sebagai strategi pembelajaran
Dalam kegiatan pembelajaran, tidak semua peserta didik dapat menyerap dan menguasai serta mengalami perubahan tingkah laku yang sama seperti yang di harapkan berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. sekelompok anak muda menerima serta menguasai dan mengalami perubahantingkah laku seperti yang di harapkan dengan menggunakan metode diskusi yang diterapkan pada kelompok lain.
            Oleh karena itu, diperlukan teknik /strategi yang tepat. Strategi pembelajaran merupakan tindakan nyata dari seorang guru dalam mengajar dengan menggunakan cara-cara tertentu dan menggunakan komponen-komponen pembelajaran (tujuan, bahan, metode, media, serta evaluasi) yang bertujuan agar peserta didik dapat mencapai tujuan belajar yang ditetapkan. Karenanya, guru harus menguasai strategi pembelajaran. Salah satu komponen dan jalan untuk dapat melaksanakan strategi pembelajaran dengan baik adalah dengan menggunakan metode-metode pendidikan yang ada. dengan demikian, metode merupakan komponen strategi pembelajran yang dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran pada diri peserta didik.
3.                   Metode sebagai alat mencapai tujuan
Tujuan dalam pembelajaran merupakan arah yang akan dicapai didalam kegiatan pembelajaran. Tujuan berfungsi sebagai pedoman yang dapat menentukan kemana kegiatan pembelajaran akan dibawa sesuai dangan tujuan yang telah ditetapkan.Pada hakikatnya, tujuan pembelajaran di sekolah yang dilakukan oleh guru adalah mengarahkan dan membuat perubahan tingkah laku pada diri peserta didik baik aspek pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik) dan sikap (afektif).
Tujuan pembelajaran tidak akan pernah tercapai apabila salah satu komponen pendidikan tidak dilibatkan atau digunakan dalam pembelajaran.komponen tersebut adalah metode pendidikan. dengan adanya metode pendidikan, peserta didik dapat dihubungkan dengan bahan atau sumberdaya. dengan perantara metode pendidikan ini peserta didik dapat menguasai materi mata pelajaran yang tercermin dalam perubahan tingkah laku baik kognitif, psikomotorik, maupun afektif.

Bentuk metode Pendidikan Islam
Bentuk-bentuk metode pendidikan Islam yeng relevan dan efektif dalam pengajaran ajaran Islam adalah:
·         Metode Diakronis
Suatu metode mengajar ajaran Islam yang menonjolkan aspek sejarah. Metode ini memberi kemungkinan adanya studi komparatif tentang berbagai penemuan dan perkembangan ilmu pengetahuan, sehingga peserta didik memiliki pengetahuan yang relevan, memiliki hubungan sebab-akibat atau kesatuan integral. Lebih lanjut, peserta didik dapat menelaah kejadian sejarah dan mengetahui lahirnya tiap komponen bagian, subsistem, sistem, dan superasistem ajara Islam. Wilayah metode ini lebih terarah pada aspek kognitif.
Metode diakronis  disebut juga metode sosiohistoris, yakni suatu metode pemahaman terhadap suatu kepercayaan sejarah atau kejadian dengan melihatnya sebbagai suatu kenyataan yang memiliki kesatuan yang mutlak dengan waktdu, tempat, kebudayaan, golongan dan lingkungan tempat kepercayaan, sejarah dan kejadain itu muncul.Metode ini menyebiabkan peserta dindik ingin mengetahui, memahami, menguraiakan, dan meneruskan ajaran-ajaran Islam dari sumber-sumber dasarnya, yakni al-Quran dan as-sunnah serta pengetahuan tentang latar belakang masyarakat, sejarah, budaya disamping sirah Nabi. Dengan segala alam pikiranya.
·         metode sinkronis-analitis
Suatu metode pendidikan Islam yang memberi kemampuan analisis teoritis yang sangat berguna bagi perkembangan keimanan dan mental-intelek. Metode ini tdak semta-mata mengutamakan segi pelaksanaan atau aplikasi praktis.Teknik pengajarannya meliputi diskusi,lokakarya,seminar,kerja kelompok,resensi buku,lomba karya ilmiah,dan sebagainya. metode diakronis dan metode sikronis-analistis menggunakan asumsi dasar sebagai berikut :
a.       Islam adalah wahyu Ilahi yang berlainan dengan kebudayaan sebagai hasil daya cipta dan rasa mulia. (QS.53: 3-4).
b.      Islam adalah agama yang sempurna dan di atas segala-galanya (QS. 5-3)
c.       Islam merupakan suprasistem yang memiliki beberapa sistem dan subsistem dan komponen dengan bagian-bagiannya dan secara keseluruhan meruupakan suatu struktur yang unik.(41:37)
d.      wajib bagi umat islam untuk mengajak untuk memperdalam pada kebajikan dan melarang perbuatan kejahatan (QS. 3: 104)
e.       wajib bagi umat islam untuk mengajak orang lain ke jalan Allah dengan hkmah yang penuh kebijaksanaan.(QS. 16:125).
f.       wajib bagi umat islam menyampaikan risalah islam kepoada orang lain menurut kemampuannya.sabda Nabi .:”sampaikanlah walau  seayat saja” (HR. Bukhori,thurmudzi, dan Ahmad)
g.      wajib bagi sebagian umat islam untuk memperdalam ajaran islam (QS.9: 122).
Metode Problem Solving (Hill al-Musykilat)
Metode ini merupakan pelatihan peserta didik yang di hadapkan pada berbagai masalah suatu cabang ilmu pengetahuan  dengan solusinya. Metode ini dapat di kembangkan melalui teknik simulasi, micro teacing. Di dalam metode ini cara mengasakan keretampilan labih dominan ketimbang pengembangan mental-intelektual, sehingga terdapat kelemahan, yakni perkembangan pikiran peserta didik mungkin hanya terbatas pada kerangka yang sudah tetap dan akhirnya bersifat mekanistik.
Metode Empiris (Tajribiyah)
Suatu metode mengajar yang memungkinkan peserta didik mempelajari ajaran Islam melalui proses realisasi, aktualisasi dan serta internalisasi norma-norma dan kaidah Islam melalui proses aplikasi yang menimbulkansuatu interaksi sosial. Kemudian secara deskriptif, proses-proses interaksi dapat dirumuskan dalam suatu sistem norma baru( tajdid). Proses ini selanjutnya berjalan dalam suatu putaran yang radiusnya makin lama makin berkembang. Keuntungan Metode ini adalah peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan secara teoritis-normatif, tetapi juga adanya pengembangan deskriptf inovasi beserta aplikasinya dalam kehidupan sosial yang nyata.
Metode induktif (al-Istiqraiyah)
Metode yang dilakukan pendidik dengan cara mengajarkan materi yang khusus  (juz’iyah) menuju kepada kesimpulan yang umum. Tujuan metode ini adalah agar peserta didik dapat mengenal kebenaran-kebenaran dan hukum-hukum umum setelah melalui riset.
Metode Deduktif
Metode yang dilakukan pendidik dalam pengajaran ajaran Islam melalui cara menampilkan kaidah yang umum kemudian menjabarkanya dengan berbagai contoh masalah sehingga menjadi terurai. Dalam pendidikan  Metode Deduktif sangat diperlukan. Kenyataan ini menjadi lebih jelas ketika seseorang menyadari bila mempelajari fakta-fakta yang berserakan, ia tidak akan dapat menunjukan inti dari pengajaran. Oleh karena itu, merumuskan msuatu prinsip umum dari fakta-fakta yang berserakan semacam itu lebih berharga, sebab ia mengharuskan peserta didik untuk membandingkan dan merumuskan konsep-konsep. Namun ketika beberapa fakta atau elemen-elemen itu hilang, peserta didik tersebut tidak mungkin bisa mencapai tujuanya. Hal ini menunjukan bahwa pendidik dapat memainkan peranan dalam mengembangkan dedukasi melalui pemberian fakta-fakta atau materi-materi yang diperlukan terhadap peserta didik dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menemukan prinsip umum tersebut.[2]



B.  PENDEKATAN PENDIDIKAN ISLAM
A. Definisi Pendekatan Pendidikan Islam
Lawson mendefinisikan pendekatan adalah segala cara atau strategi yang digunakan pendidik untuk menunjang  Keefektifanan keefesienan dalam proses pembelajaran materi tertentu, dalam hal ini seperangkat langkah operasional yang di rekayasa demikian rupa untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan belajar tertentu.
            Pendekatan dapat juga di artikan cara pemprosesan subjek atau objek untuk mencapai tujuan. pendekatan juga bisa berarti cara pandang terhadap sebuah objek persoalan, dimana cara pandang itu adalah cara pandang dalam konteks yang lebih luas.
Perwujudan strategi pendidikan islam dapat di konfigurasikan dalam bentuk metode pendidikan.
            Pendekatan Pendidikan islam, dapat berpijak pada firman Alloh Taala’ sebagai berikut:
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ
‘Sebagaimana (kami telah menyempurnakan nikmat kami kepadamu) kami telah mengutus kepadamu Rasul di antaramu yang membaca ayat-ayat kami kepadamu, serta mengajarkan kamu al-Kitab dan al-Hikmah, serta menganjurkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui”.(QS al-Baqoroh:151)[3]

B. Pendekatan dalam Pendidikan Islam
1.    Pendekatan Pengalaman
Pendekatan pengalaman yaitu pemberian pengalaman keagamaan kepada peserta didik dalam dalam proses pembelajaran. Dalam pendekatan ini, peserta diddik diberi kesempatan untuka mendapatkan pengalaman baik berupa pengalaman individu maupun kelompok.
Syaiful Bahri Djamrah dkk, menyatkan bahwa pengalaman yang dilalui seseorang adalah guru yang baik. pengalaman merupakan guru tanpa jiwa, namun  juga selalu di cari oleh siapapun juga, belajar pengalaman adalah lebih baik dari sekedar bicara dan tidak pernah berbuat sama sekali.
Meskipun pengalaman diperlukan dan selalu di cari selama hidup, namun tidak semua pengalaman dapat bersifat mendidik. Suatu pengalaman dikatakan tidak mendidik jika pendidik tidak membawa peserta didik ke arah tujuan pendidikan akan tetapi ia menyelewengkan peserta didik dari tujuan itu, misalnya mengajar anak menjadi pencuri, karena itu ciri-ciri pengalaman yang educatifadalah berpusat pada suatu tujuan yang berarti bagi anak, kontinyu dengan kehidupan anak, interktif dengan lingkungan dan juga sesamanya. Pepatah arab mengatakan :“llmu tanpa diiringi dengan amal (pengalaman) bagaikan pohon tanpa buah”.
Belajar dari pengalaman lebih baik dibandingkan dengan sekedar bicara, tidak pernah berbuat sama sekali. Pengalaman yang dimaksud disini adalah pengalaman yang sifatnya mendidik, dikatakan demikian, lantaran ada pengalaman yang bersifat tidak mendidik seperti mengajari anak KKN.

2.    Pendidikan Pembiasaan
Pembiasaan adalah suatu tingkah laku tertentu yang sifatnya otomatis tanpa di rencanakan terlebih dahulu dan berlaku begitu saja tanpa di fikirkan lagi. dengan pembiasaan pendidikan memberikan kesempatan kepada peserta didik terbiasa mengamalkan ajaran agamanya, baik secaara individual maupun berkelompok dalam kehidupa sehari-hari. Berawal kepada pembiasaan itulah peserta didik membiasakan dirinya menuruti dan patuh kepada aturan yang berlaku di tengah kehidupan masyarakat.
Menumbuhkan kebiasaan yang baik tidaklah mudah sering memakan waktu yang panjang. Tetapi bila sudah membudaya kebiasaan itu sulit pula untuk mengubahnya.
            Agama islam sangat mementingkan Pendiddikan kebiasaan,  dengan pembiasaan itulah diharapkan peserta didik mengamalkan agamanya secara berkelanjutan. metode mengajar yang perlu di pertimbagkan untuk di pilih dan di gunakan dalam pendekatan pembiasaan antara lain: metode latihan (Drilllerian tu), Metode, pemberian tugas, metode demontrasi dan metode eksperimen.
3.    Pendekatan Emosional
Pendekatan Emosional ialah usaha untuk menggugah perasaan dan emosi peserta didik dalam meyakini ajaran islam serta dapat merasakan mana yang baik dan yang buruk. emosi adalah gejala kejiwaan yang ada di dalam diri seseorang yang mempunyai perasaan pasti merasakan sesuatu, baik perasaan jasmaniyah maupun rohaniyah, di alam perasaan rohaniyah tercakup perasaan intelektual, perasaan estetis dan perasaan etis, perasaan sosial dan perasaan harga diri.
            Nilai perasaan pada diri manusia pada dasanya dapat menyesuaikan diri terhadap keadaan sekitarnya. misalnya, dalam diri seseorang dapa timbula rasa senasib dan sepenanggungan rasa simpati, sedih dsb, setelah menyaksikan beragam penderitaan penyiksaan, pembunuhan yang di alami saudara seakidah dan seagama dalam tayanga TV. perasaan seiman dan seagama menjadi tali pengikat dalam kehidupan sosial keagamman bagi setiap orang beragama, karena ia menyadari suatu kewjiban yang di bebenkan olah hukum agama yang di anutnya.[4]
Begitu juga kesadaran akan ajaran kitab sucinya yang menyuruh berbuat kebajikan serta menjauhi perbuatan keji dan munkar. di dalam al-Quran Alloh berfirman artinya” berilah kebar gembira kepada orang-orang yang tunduk dan patuh (kepada Alloh)” (QS al-Hajj 34-35)
Emosi berperan dalam pembentukan karakter seseorang. justru itulah pendekatan emosional di jadikkan salah satu pendekatan dalam pendidikan islam. metode mengajar yang di gunakan dalam pendekatan perasaan, adalah metode ceramah,sosio, Drama dan bercerita (kisah).
4.    Pendekatan Rasional
Pendekatan Rasional adalah suatu pendekatan menggunakan rasio (akal) dalam memahami dan menerima Kebesaran dan kekuasaan Alloh.
Perbedaan manusia dengan makhluk lain terletak pad akal. manusia mempunyai akal sedangkan makhluk yang lainya binatang dan sejenisnyatidak mempunyai akal. Dalam al-Quran Alloh menyuruh manusia untuk mempergunakan akalnya, diantaranya firman Alloh dalam surat al-Baqoroh:197 yang artinya “Pikirkanlah hal orang yang mempunyai akal kecerdasan (berakal).
5.    Pendekatan Fungsional
Pengertian Fungsional adalah usaha memberikan materi agama menekankan kepada segi kemanfaatan bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tingkat perkembanganya.
Ilmu agama yang dipelajari anak di sekolah bukanlah hanya sekedar melatih otak tetapi diharapkan berguna bagi kehidupan anak, baik dalam kehidupan individu maupun dalam kehidupan sosial. Dengan agama anak-anak dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Dengan demikian, dengan pendekatan fungsional berarti anak dapat memanfaatkan ajaran dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan individu maupun kehidupan masyarakat. Sabda Rasululloh yang artinya ”Sebaik-baik manusia adalah orang yang memberi manfaat (nilai guna) bagi manusia”
Pendekatan fungsional yang diterapkan disekolah dapat menjadikan agama lebih hidup dan dinamis. Untuk memuluskan jalan ke arah itu diperlukan metode mengajar yang serasi dalam hal ini ada beberapa metode yang dapat di gunakan seperti metode latihan, ceramah, tanya jawab, pemberian tugas dan demonstrasi
6.    Pendekatan Keteladanan
Adalah memperlihatkan keteladanan baik yang berlangsung melalui penciptaan kondisi pergaulan yang akrab antara personal sekolah, prilaku pendidikan dan tenaga pendidikan lain yang mencerminkan akhlak terpuji, maupun yang tidak langsung melalui suguhan ilustrasi berupa kisah-kisah keteladanan.
Kecenderungan manusia untuk belajar lewat peniruan menyebabkan keteladanan menjadi sangat penting artinya dalam proses pendidikan Rosululloh merupakan suri tauladan yang baik bagi umat Islam.
Firman Alloh
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Sesungguhnya dalam diri Rosululloh kamu bisa menemukan tauladan yang baik”.(QS. al-Ahzab:21)
Dari sini masalah keteladanan menjaadi faktor penting dalam menentukan baik buruknya akhlak anak. Jika pendidik jujur dan dapat dipercaya, berakhlak mulia, berani, dan menjauhkan diri dari penbuatan yang bertentangan dengan agama maka si anak akan tumbuhdalam kejujuran, terbentuk dengan akhlak mulia, keberanian dan dalamm sikap yang menjauhkan diri dari hal yang bertentangan denga agama. Dan jika pendidik itu bohong, khianat, durhaka, kikir, penakut dan hina maka si anak akan tumbuh dalam hal kebohongan, khianat, kikir, penakut dan hina
7.      Pendekatan terpadu
Adalah pendekatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran dengan memadukan secara serentak beberapa pendekatan. Pendekatan terpadu dalam pendidikan agama Islam meliputi: (a)Keimanan;(b) Pengalaman;(c) Pembiasaan; (d) Rasional; (e) Emosional (f) fungsional (g) Keteladanan.

Tujuan, Tugas, Dan Fungsi Metode Pendidikan Islam.[5]
pendidikan dalam proses pendidikan islam tidak hanya di tuntut untuk menguasai sejumlah materi yang akan di berikan kepada peserta didiknya,tetapi ia harus menguasai berbagai metode dan teknik pendidikan guna kelangsungan transpormasi dan internalisasi mata pelajaran.Hal ini karena metode dan teknik pendidikan islam tidak sama dengan metode dan teknik pendidikan yang lain.
Tujuan diadakan metode adalah menjadikan proses dan hasil belajar mengajar ajaran islam lebih berdaya guna dan berhasil guna dan menimbulkan kesadaran peseta didik untuk mengamalkan ketentuan ajaran islam melalaui teknik motivasi yang meninmbulkan gairah belajar pserta didik cara mantap. Uraian itu menunjukan bahwa fungsi metode pendidikan islam dalah mengarahkan keberhsilan belajar, memberi kemudahan kepada peserta didik untuk belajra berdasarkan minat, serta mendorong usaha kerja sama dalam kegiatan belaja mengajar antara pendidik dan peserta didik. Disamping itu, dalam uraian tersebut di tunjukan bahwa fungsi metedo pendidikan adalah memberi inspirasi pada peserta didik melalui proses hubungan yang serasi antara pendiddk dan pesertgas ua didik yang seiringa dengan tujuan pendidikan islam.
            Tugas utama metode pendidikan islam adalah mengadakan aplikasi prinsip-prinsip psikologis dan paedagogis sebagai kegiatan antarhubungan pendidika yang terealisasi  melalui penyampaian keterangan dan pengetahuan agar siswa mengetahui, memahami dan mnenghayati dan meyakini meteri yang di berikan, serta meningkatkan keterampilan olah pikir. Selain itu, tugas utama metode tersebut adalah membuat perubahab dengan sikap dan minat serta memenuhi nilai dan norma yang berhubungan dengan pelajaran dan perubahan dalam pribadi dan bagaiman faktor-faktor terssebut di harapkan menjadi pendorong ke arah perbuatan nyata.[6]





[1]Novan Ardy Wilyani,Ilmu Pendidikan Islam,Jogjakarta:  Ar-RuzzMedia 2012, hlm. 00.
[2][2]Abdul Mujid dan Jusuf Mudzakkir Ilmu Pendiddikan Islam Jakarta, Kencana Prenada Media Hal 180-183
[3]Ibid176-177
[4]Ramayulis Ilmu Pendidikan Islam Jakarta, Kalam Mulia 2012
[5]Novan Ardy wilyani Ilmu Pendidikan Islam Jogjakarta Ar-ruz Media 2012
[6] Abdul Mujid dan Jusuf Mudzakkir Ilmu Pendiddikan Islam Jakarta, Kencana Prenada Media Hal 167

Tidak ada komentar

Silahkan mengcopy-paste, menyebarkan, dan membagi isi blog selama masih menjaga amanah ilmiah dengan menyertakan sumbernya.

Salam : Admin K.A.

Diberdayakan oleh Blogger.