MAKALAH ISLAM NIH
MAKALAH PENDIDIKAN
MAKALAH PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN DI EROPA
Bab I
Pendahuluan
A.
Latar
Belakang
Abad pertengahan, dunia Eropa dalam masa
kegelapan. Gereja Timur menganggap ilmu dan filsafat Yunani berbahaya terhadap
agama Masehi. Sebab itu institut-institut ilmu dan filsafat Yunani ditutup dan
tidak diizinkan membukanya, seperti dilakukan oleh Gestanian, yaitu dengan
menutup sekolah-sekolah Athena (tahun 529 M). Pendeta yunani yang mengajar
disekolah tersebut dianggap kafir dan dihukum dengan bermacam-macam hukuman.
Sementara itu mulai abad VIII sampai XIII Masehi
umat Islam telah mencapai zaman keemasan dengan kebangkitan dan perkembangan
keterampilan dalam segala bidang ilmu pengetahuan. Terlebih lagi dengan
kehadiran Islam di Andalusia telah menambah khazanah peradaban Islam yang
sungguh mengagumkan di belahan dunia barat, jauh meninggalkan peradaban Eropa.
Hal ini disebabkan sistem Pendidikan Islam
yang demokratis, terbuka dan dinamis, menyebakan fislafat Yunani berkembang di
dunia Islam. selain itu juga disebabkan ajaran al-Qur’an sendiri
mendorong sepenuhnya pemikiran-pemikiran filosofis terhadap alam semesta.
Bahkan kemudian kaum muslimin mengembangkannya lebih jauh dengan mengadakan
penelitian-penelitian dan observasi langsung. Hasilnya adalah berkembangnya
berbagai macam cabang ilmu pengetahuan dalam Islam, seperti fisika, biologi,
kedokteran, pengobatan, kimia, astronomi dan sebagainya. Demikian pula pola
pikir rasional yang dikembangkan oleh para ahli di kalangan umat Islam,
menyebabkan lahirnya ilmu mantik, matimatika dan sebagainya, sehingga umat
Islam pada zaman pertengahan memegang
tampuk kemajuan yang gemilang dalam segala bidang baik dalam ilmu pengetahuan,
kesastraan, pemikiran dan kebudayaan.
Pemikiran orang Barat kemudian mulai terbuka
dan mereka melihat kenyataan bahwa apa yang dipropagandakan gereja bertentangan
dengan ilmu pengetahuan. Pertentangan antara ilmu berlangsung cukup lama.
Persoalan ini berakhir dengan kemenangan ilmu, setelah para ilmuwan Barat
melihat kenyataan kemajuan peradaban Islam jauh meninggalkan peradaban mereka.
Maka mulai saat itu orang-orang Barat berhubungan dengan umat Islam di
Andalusia, Shiqillah (Sicilia), Syiria, dan lain-lain. Dengan adanya kesadaran
dan hubungan-hubungan tersebut, memeberikan kontribusi yang sangat besar bagi
kemajuan Eropa pada masa sesudahnya[1]
B. RumusanMasalah
Berangkat dari latar belakang masalah
yang telah disebutkan diatas, maka dapat di rumuskan sebuah masalah tentang“Bagaimana Pendidikan Islam Pada Dunia Eropa ?”
C.
TujuanPenelitian
Adapun tujuan
yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah Mengetahui Pendidikan Islam Pada Negara-negara Eropa.
D.
Metodologi Penelitian
Penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan metode pustaka (Library
research) yaitu mencari dan mengumpulkan data-data ilmiyah yang relevan dan
objektif dengan tema yang dibahas, yang terdapat
dalam kitab-kitab sejarah kontemporer saat ini.
Bab II
Pembahasan
A. Pendidikan Islam Di Spanyol
Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran peradaban dan kebudayaan
sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan
penyebrangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad XII.
Minat terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan serta filsafat mulai dikembangkan
pada abad IX M selamapemerintahan penguasa Bani Umayyah yang ke-5, Muhammad ibn
Abd Al-Rahman (832-886 M).
Berdasarkan literatur-literatur yang membahas sejarah pendidikan dan
sejarah peradaban Islam secara garis besar pendidikan Islam di Spanyol terbagi
pada dua bagian atau tingkatan, yaitu:
1.
Kuttab
Pada lembaga pendidikan kuttab ini para
siswa mempelajari beberapa bidang studi dan pelajaran-pelajaran yang meliputi
fiqih, bahasa dan sastra, serta musik dan kesenian.[2]
2.
Pendidikan Tinggi
Masyarakat
Arab yang berada di Spanyol merupakan pelopor peradaban dan kebudayaan
juga pendidikan, antara pertengahan abad kedelapan sampai dengan akhir abad
ketiga belas. Melalui usaha yang mereka lakukan, ilmu pengetahuan kuno dan ilmu
pengetahunan Islam dapat ditransmisikan ke Eropa. Bani Umayyah yang berada di
bawah kekuasaan al-Hakam menyelenggarakan pengajaran dan telah memberikan
banyak sekali penghargaan kepada para sarjana. Ia telah membangun Universitas
Cordova berdampingan dengan Masjid Abdurrahman III yang selanjutnya tumbuh
menjadi lembaga pendidikan yang terkenal diantara jajaran lembaga pendidikan
tinggi lainnya didunia. Universitas ini menandingi dua Universitas lainnya,
yaitu Al-Azhar di Cairo dan Nizhamiyah di Baghdad, dan elah menarik perhatian
para pelajar tidak hanya dari Spanyol, tetapi juga dari tempat lain seperti
dari negara-negara Eropa lainnya, Afrika, dan Asia.
Di antara para ulama yang bertugas di
Universitas Cordova adalah Ibnu Qutaibah yang dikenal sebagai ahli tata bahasa
dan Abu Ali Qali yang dikenal sebagai
pakar filologi. Universitas ini memiliki perpustakaan yang menampung koleksi
sekitar empat juta buku. Universitas ini mencakup jurusan yang meliputi astronomi,
matematika, kedokteran, teologi dan hukum. Jumlah muridnya mencapai seribu
orang. Selain itu juga di Spanyol terdapat Universitas Sevilla, Malaga, dan
Granada. Mata kuliah yang diberikan di Universitas-universitas tersebut
meliputi teologi, hukum Islam, kedokteran, kimia, filsafat, dan astronomi.
Sebagai prasasti pada pintu gerbang yang disebutkan terakhir ditulis sebagai
berikut: Dunia ini ditopang oleh empat hal, yaitu pegajran tentang
kebijaksanaan, keadilan dari penguasa, ibadah dari orang-orang yang shaleh, dan
keberanian yang pantang menyerah.[3]
B. Faktor-Faktor Pendukung Kemajuan
Pendidikan Di Spanyol
1.
Adanya dukungan dari para penguasa. Kemajuan Spanyol
Islam sangat ditentukan oleh adanya penguasa-penguasa yang kuat dan berwibawa
serta mencintai ilmu pengetahuan, juga memberikan dukungan dan penghargaan
terhadap para ilmuwan dan cendikiawan.
2.
Didirikannya sekolah-sekolah dan universitas-universitas
di beberapa kota di Spanyol oleh Abd Al-Rahman III Al-Nashir, dengan universitasnya
yang terkenal di Cordova. Serta dibangunnya perpustakaan-perpustakaan yang
memiliki koleksi buku-buku yang cukup banyak.
3.
Banyaknya para sarjana Islam yang datang dari ujung Timur
sampai ujung Barat wilayah Islam dengan membawa berbagai buku dan bermacam
gagasan. Ini menunjukkan bahwa meskipun umat Islam terpecah dalam beberapa
kesatuan politik, terdapat apa yang disebut kesatuan budaya Islam.
4.
Adanya persaingan antara Abbasiyyah di Baghdad dan
Umayyah di Spanyol dalam bidang ilmu pengetahuan dan peradaban. Kompetisi dalam
bidang ilmu pengetahuan dengan didirikannya Universitas Cordova yang menyaingi
Universitas Nizhamiyah di Baghdad yang merupakan persaingan positif tidak selalu dalam bentuk peperangan.[4]
C. Kontribusi Intelektual Islam Terhadap Dunia Barat
1.
Usaha
penerjemahan buku-buku Ilmu Pengetahuan Islam.
Bangsa
Arab dan Islam telah memberikan saham bagi kebangkitan Eropa. Sistem pembelajaran pada sekolah dan dan
Perguruan Tinggi, para ulama dan buku-buku menjadi pengerak kebangkitan Barat.
Perkenalan
bangsa Barat dengan dunia Isalam telah membuka mata mereka akan kemajuan
peradaban Islam yang telah ditorehkan oleh cendikiawan-cendikiawan muslim
sebagai hasil dan pengamalan mereka terhadap ajaran agama Islam. ketertarikan
itu menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka untuk lebih mengetahui dan
sekaligus menggali khazanah keilmuan di dunia Islam. manuskrip Yunani setelah
lama menghilang karena tidak boleh di pelajari oleh pendeta kristen di
selamatkan dan di perkaya oleh orang Islam, manuskrip tersebut mereka pelajari,
sehingga dunia barat bangkit dan sadar akan ketertinggalannya dari dunia Islam.
para penuntut ilmu berupaya untuk mentransfer ilmu pengetahuan yang berkembang
didunia Islam ke dunia eropa, dengan jalan menterjemahkan sejumlah buku-buku.
Sebelum priode penterjemahan
besar-besaran pada abad ke 12, sebenarnya sudah ada usaha-usaha sporadis untuk
memajukan ilmu pengetahuan di eropa barat. Buktinya sudah ada beberapa usaha
penterjemahan ke bahasa latin pada abad ke sembilan. Diantara serjana yang
pertama yang mempelajari ilmu pengetahuan arab adalah Gerbert de Aurilac, yang
menjadi Paus Sylvester II (999-1003).
Pada abad XII dimulailah
penterjemahan besar-besaran ilmu pengetahuan Islam. minat untuk menterjemahkan
karya-karya islam tersebut meluas dan dilakukan semua golongan masyarakat.
Mulai dari ilmuan, pendeta maupun para bangsawan dan raja-raja.[5]
D.
Bidang
Ilmu yang Memberikan Kontribusi
1.
Bidang
Sastra
Dalam
bidang sastra, seperti prosa, fable, cerita rakyat dan apologi, mulai menyebar
ke eropa pada abad ke 13 Masehi, yang penampilannya jelas memiliki kemiripan
dengan karya-karya Arab. Hal ini dapat dibuktikan, dengan diterjemahkannya
“Kalilah wa Dimmah” kedalam bahasa
Spanyol untuk Alfonso yang bijaksana (1252-1284) dan Castile dari Leon. Tak
lama kemudian kisah itu diterjemahkan kedalam bahasa latin oleh seorang Yahudi
yang telah dibabtis. Terjemahan bahasa Persia melalui bahasa Prancis merupakan
salah satu rujukan utama bagi La fontaine. Tetapi kontribusi yang paling
berarti dari bangsa Arab untuk kesustraan eropa abad pertengahan adalah
pengaruh yang ia berikan melalui bentuknya yang membantu membebaskan imajinasi
orang barat dari kebutuan, dan dari aturan yang kaku yang dibatasi oleh
konvensi-konvesi sosial.[6]
2.
Bidang
Astronomi
Dalam
bidang astronomi, Abu Qosim Maslamah al-Majriti berhasil menyunting dan
mengoreksi skema astronomi yang disusun oleh al-Khowanizmi. Skema tersebut
merupakan skema astronomi pertama yang
dibuat oleh seorang muslim. Dia mengubah dasar skema itu dari masa
Yazdagird hingga priode Islam dan melangkah lebih jauh dengan menggantikan
garis bujur Arin dengan garis bujur Cordova. Salinan naskah Kuno “Rasa ‘il
Ikhwan al Safa” yang terdapat di eropa yang dianggap berasal dari al Majriti.
Kajian
astronomi mencapai puncaknya di Spanyol setelah pertengahan abad ke 10, dan
berkembang pesat dengan bantuan khusus dari penguasa Kardova,Seville, dan
Toledo.[7]
3.
Bidang
Matimatika
Dalam bidan matimatika penyebaran bilangan Arab
dimasyarakat eropa, merupakan hal yang utama, hal ini pertama kali dilakukan
oleh Paus Silvester II pada tahun 999-1003 Masehi. Para ahli aritmatika yang
beragama kristen sepanjang abad ke 11, dan ke 12 dan paruhan pertama abad ke
13, masih menggunakan angkat-angka kuno ala Romawi dan Abacus atau membuat
sistem gabungan dan menggunakan al Goritma bersama-sama dengan sistem bilangan
kuno mereka. Angka nol dan angka Arab berada di belakang ilmu perhitungan
sebagaimana yang kita kenal saat ini karena dalam sistem perhitungan bilangan
nol merupakan kebutuhan yang niscaya.[8]
4.
Bidang
Kedokteran
Pengaruh dan sumbangan Islam terbesar terdapat
dalam bidang kedokteran dan fisafat. Dalam ilmu kedokteran Al Razi yang dieropa
dikenal dengan nama Rhazes, mengarang buku tentang penyakit cacar dan campak.
Buku ini diterjemahkan kedalam bahasa latin, inggris dan bahasa-bahasa eropa
yang lainnya. Begitu pentingnya buku bagi eropa sehingga terjemahan inggrisnya
di cetak 40 kali antara tahun 1498 dan 1866 Masehi.
Sementara
Abu Al-Qosim al Zahwari yang terkenal
secara luas didunia latin dengan sebuatan Abulcasis adalah ahli bedah
(operasi). Tulisannya tentang pembeadahan dan tentang alat-alatnya merupakan
sumbangan orang-orang Arab yang berharga dalam bidang kedokteran.
Ilmuan Islam Spanyol genarasi
berikutnya setalah al Zahrawi adalah Abu Marwan Abdul Malik ibn Abi al-‘Ala
yang lebih dikenal Ibnu Zuhr (dalam bahasa latin, melalui bahasa Ibrani disebut
Avonzoar) merupakan anggota paling terhormat dari perhimpunan dokter di Spanyol.[9]
5.
Bidang
Filsafat
Dalam lapangan filsafat, Sulaiman Ibn Jabral adalah
sebagai filsof Arab Spanyol yang pertama. Abu Bakar Muhammad ibn Yahya Ibn
Bajjahmerupakan filsof terbesar abad ke-12. Selain dalam bidan filsafat, ia
terkenal juga sebagai saintis, fisikawan, musisi, ahli perbintangan, dan sebagai komentator Aristoteles. Karya
filsafatnya “Tadbir al Mutawahhid” kemudian di kembangkan oleh Ibn Tufail
dengan karyanya yang agung “Hayy Ibn Yaqdzan” yang memadukan antara filsafat
Aristoteles dan Platonis di satu pihak dan antara pemikiran al-Ghazali dan Ibn
Bajjah di pihak lain. Hayy Ibn Yaqdzan merupakan karya roman filsofis yang
hingga sekarang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia. Dan tokoh lain
yang paling berpengaruh di Eropa adalah
Ibnu Rushd. Karyanya yang terkenal di bidang filsafat adalah Tahafut al Tahafut
al Falasifah. Karyanya ini merupakan jawaban atas buku al-Ghazali “Tahafurul al
Falaszfah”.[10]
6.
Bidang
Fiqih
Dalam bidang fikih, Spanyol Islam di kenal sebagai
penganut madzhab Maliki. Yang memperkenalkan madzhab ini di sana adalah Ziad
Ibn Abdurrahman. Perkembangan selanjutnya di tentukan Ibn Yahya yang menjadi
qodhi pada masa Hisyam Ibn Abdurrahman. Ahli-ahli fikih lainnya diantaranya
adalah Abu Bakr Ibnu Al-Quthiyah, Munzir
Ibn Sai’id al-Baluthi, dan Ibnu Hazm yang terkenal.[11]
7.
Bidang
Musik dan Kesenian
Dalam bidang musik dan suara, Spanyol Islam
mencapai kecemerlangan dengan tokohnya Al-Hasan ibn Nafi yang dijuluki Zaryab.
Setiap kali diselenggarakan pertemuan dan jamuan, Zaryab selalu tampil
mempertunjukan kebolehannya. Ia juga terkenal sebagai penggubahl lagu. Ilmu
yang dimilikinya itu diturunkan kepada anak-anaknya, baik pria maupun wanita
dan juga kepada budak-budak, sehingga kemasyhurannya tersebar luas.[12]
Bab
III
Penutup
A.
Kesimpulan
Dari
penjelasan-penjelasan sebelumnya, dapat diambil kesimpulan diantaranya:
Kemajuan-kemajuan
dunia barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang sekarang ini kita
rasakan tidak terlepas dari kontribusi para ilmuan muslim pada masa kejayaan
islam. Kontribusi intelektual Islam dalam hal keilmuan tidak terbatas di dalam
bidang pendidikan saja. Kontribusi intelektual Islam juga meliputi
bidang-bidang keilmuan lainnya seperti: astronomi, matematika, fisika, kimia,
kedokteran, sastra, geografi, sejarah, sosiologi, ilmu politik, arsitektur dan
seni rupa.
B.
Saran
Demikianlah
pembahasan makalah yang kami susun. Mungkin banyak sekali kekurangan dalam
makalah ini, baik dari segi konteks isi ataupun penyusunannya. Maka kami
sebagai penyusun meminta kritik dan saran yang membangun demi sempurnanya
penyusunan makalah di masa selanjutnya.
Daftar Pustaka
Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam, 2008, Jakarta : Raja Grafindo
Persada.
Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, 2012, cet
ke-1 Jakarta: Kalam Mulia.
Nata Abuddin, Sejarah Pendidikan Islam, 2012, cet ke-3,
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Tidak ada komentar
Silahkan mengcopy-paste, menyebarkan, dan membagi isi blog selama masih menjaga amanah ilmiah dengan menyertakan sumbernya.
Salam : Admin K.A.