PENGERTIAN MA'RIFATULLAH (MENGENAL ALLAH)


Mengenal Alloh   merupakan perkara fitrah bagi semua manusia yang berada di dunia ini. Ilmu tentang mengenal Alloh   merupa-kan ilmu yang paling agung dan mulia. Tak ada ilmu yang sebanding dan setara dengannya. Ia merupakan pondasi dan dasar segala ilmu.  

Imam Ibnul Qoyyim   mengatakan, “Kemuliaan sebuah ilmu mengikuti kemuliaan objek yang dipela-jarinya.”. Dan tentunya, tidak diragukan lagi bahwa pengetahuan yang paling mulia, paling agung dan paling utama adalah pengetahuan tentang Alloh   di mana tiada ilah (sesembahan) yang berhak disembah kecuali Dia semata, Robb semesta alam.

Ilmu tentang Alloh   adalah pokok dan sumber segala ilmu. Maka barangsiapa mengenal Alloh  , dia akan mengenal yang selain-Nya dan barangsiapa yang jahil tentang Robb-nya, niscaya ia akan lebih jahil terhadap yang selainnya.
Alloh   berfirman:

“Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang lupa kepada Alloh, lalu Alloh menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hasyr [59]: 19) 
Dengan demikian, bidang ilmu apapun tanpa didasari mengenal Alloh   tak akan mampu menumbuh suburkan gizi dan nutrisi keimanan dalam jiwa dan hati manusia. Pengetahuan yang diperolehnya hampa dan kosong dari keterkaitan dengan Robb Yang Maha Kuasa.

Sebagai contoh saat seorang belajar ilmu alam. Ia mempelajari ciptaan Alloh   yang begitu mempesona dan menakjubkan. Ia mencoba mengenal gunung sebagai pasak bumi, ia mencoba mengenal lautan dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dan iapun menggali pengetahuan tentang alam semesta ini secara keseluruhan.  

Akan tetapi, ia tidak mencoba merenungkan ciptaan Alloh   itu sebagai sarana dan media yang paling efektif dalam mengenal Alloh  , Dzat Yang Maha Agung lagi Perkasa. Maka apa yang ia pelajari tidak menjadikan bertambahnya keimanan pada jiwanya. Ia sekedar mengenal ciptaan Alloh  , yang demikian sempurna tetapi tanpa memikirkan siapakah yang menciptakan. Ia tidak tergerak untuk merenungkan kekuasaan dan ilmu dari Dzat yang menciptakan. Ia tak memahami bahwa Dzat yang menciptakan dan membentuk segala macam apa yang ada di dunia ini adalah Dzat yang paling layak dan berhak diibadahi dan disembah oleh semua insan. 

Fenomena ini terjadi pada masyarakat Barat dan para pengekornya. Mereka memiliki kepandaian luar biasa dalam segi ilmu pengetahuan dan teknologi. Akan tetapi mereka bertambah kufur dan membangkang kepada Alloh  .

Hakikat Ma’rifatulloh

Ibnul Qoyyim   berkata, “Mengenal Alloh ada dua macam; Pertama, ma’rifatu iqrar (mengenal Alloh dalam bentuk pengakuan). Hal ini terjadi pada semua manusia, baik orang yang berbuat baik dan jahat  ataupun orang yang taat dan bermaksiat. Kedua, mengenal Alloh yang mengandung konsekuensi tumbuhnya rasa malu, cinta, keterkaitan hati, kerinduan jiwa, rasa takut, kembali, dan lari dari mahluk menuju kepada-Nya. Bentuk ma’rifat ini adalah ma’rifat khusus.”

Sungguh, ucapan Ibnu Qoyyim   di atas sangat menakjubkan dan begitu indah serta harus dijadikan sebagai bahan renungan. Beliau mengklasifikasi manusia yang mengenal Alloh   dalam dua kategori: 

Kategori pertama adalah manusia secara umum, baik orang yang memiliki akidah dan moralitas yang lurus ataupun menyimpang. 

Tingkat ma’rifat kepada Alloh semacam ini meru-pakan tingkatan dasar. Sehingga, tidak menghantarkan manusia untuk mewujudkan peribadatan kepada Alloh   secara sempurna dan totalitas.

Kategori kedua adalah manusia secara khusus, yaitu orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Alloh  . Mereka mengenal Alloh   dengan sebenar-benarnya. Dengan demikian,  mampu melahirkan amal peribadatan hati dan anggota badannya.

Mereka mengenal Alloh   bahwa Dia-lah Dzat yang menyiksa dengan siksaan yang pedih. Oleh karena itu, mereka takut untuk berbuat maksiat kepada-Nya sedikitpun. Apabila ada keinginan dan tekad untuk berbuat maksiat, maka mereka segera mengingat Alloh dan segera beristigfar serta bertaubat kepada –Nya.

Mereka mengenal Alloh   bahwa Dia-lah yang memberikan harapan kepada orang-orang yang berdosa untuk bertaubat kepada-Nya. Oleh karena itu, saat berbuat dosa ia tidak putusasa mengharap karunia dan rahmat-Nya. Tak terbetik sedikitpun untuk mengakhiri hidupnya disebabkan dosa-dosa yang telah dipoerbuat. Harapan kepada Alloh untuk menerima taubat bagi hamba-hamba-Nya menjadi motivasi bagi jiwanya untuk kembali dan bertaubat kepada-Nya.

Mereka mengenal Alloh bahwa Dia satu-satunya Dzat yang berhak untuk diibadahi sehingga iapun memurnikan niat dan tujuan beramal sholeh hanya utnuk mencari wajah dan keridhoan-Nya semata. Jiwanya tak menginginkan perhiasan dan kemegahan dunia. Meskipun dunia sangat menarik dan menakjubkan bagi manusia.

Keyword : Pengertian Ma'rifatullah, pengertian Mengenal Allah, Artikel Ma'rifatullah, Makalah Ma'rifatullah.

BACA JUGA : PENGARUH KALIMAT LAA ILAAHA ILLALLOH DI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Tidak ada komentar

Silahkan mengcopy-paste, menyebarkan, dan membagi isi blog selama masih menjaga amanah ilmiah dengan menyertakan sumbernya.

Salam : Admin K.A.

Diberdayakan oleh Blogger.