FAKTOR YANG MEMBUAT SEORANG MELAKUKAN GHIBAH


Faktor Pendorong Ghibah.

Di antara penyebab orang berbuat ghibah adalah:
1. Sebagai pelampiasan kemarahan.
Dalam keadaan marah, kebanyakan manusia kehilangan kontrol akan akal sehatnya. Tak jarang orang yang marah berbuat sadis serta ghibah kepada orang yang dibencinya.

Untuk mengobati hal ini hendaklah dia ingat firman Alloh  : 
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imron [3]: 133-134)

Oleh karena itu Rosululloh   bersabda:
“Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal dia mampu untuk melampiaskannya, maka pada Hari Kiamat nanti Alloh akan memanggilnya dihadapan semua makhluk hingga Alloh memberinya pilihan bidadari yang dia inginkan sesukanya.” (HR. Abu Dawud)

2. Berbasa-basi dan mencocoki teman dalam bergaul.
Ketika seseorang nimbrung bersama teman dekatnya dan di majelis tersebut ada ghibah, terkadang muncul perasaan canggung untuk mengingkari atau memotong ucapannya. Dia takut akan ocehan teman-temannya. Akhirnya diapun berubah status yang tadinya berperan sebagai “setan bisu” yang diam terhadap kemungkaran kemudian menjadi “setan bicara” yang ikut menyebarkan kemungkaran. Inilah keadaan kebanyakan kita.

3.Ingin meninggikan dirinya dengan cara merendah kan orang lain.
Termasuk dari kesombongan adalah tidak mau mengakui bahwa banyak orang lain yang lebih utama dari dia dalam ilmu, akhlaq maupun ibadahnya. Oleh karena itu, Alloh   berfirman seraya menasihati orang yang berilmu:
﴿…  وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ   ﴾
 “Dan diatas setiap orang yang berilmu itu masih ada yang lebih pandai.” (QS. Yusuf [12]: 76)

Akhirnya rasa tinggi hati dalam diri seseorang tersebut membuat ia menggibah saudaranya. Misalnya dengan mengatakan, “Si Fulan hanya menang semangat tapi ilmunya gak ada.” Dengan tujuan mengangkat dia didepan orang lain biar dikatakan lebih hebat dan berilmu. Banyak sekali tipe orang seperti ini yaitu tipe orang yang tega menjegal saudaranya sendiri dengan ghibah demi sanjungan dan popularitas semu yang akan layu ditelan waktu.

4. Banyaknya waktu luang dan kebosanan.
Penyebab terbesar kerugian pada diri seseorang adalah waktu luang yang disia-siakan. Oleh karena itu, banyak sekali dalam al-Qur’an Alloh   bersumpah demi waktu. Bahkan, Rosululloh   juga mengingatkan:

“Dua nikmat yang kebanyakan manusia lalai dan lupa padanya; yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. al-Bukhori)

Betapa banyak waktu luang menjadi ajang ngerumpi dan mengghibah tanpa dia sadari. Seolah mereka merasakan betapa lezatnya memakan daging bangkai saudaranya yang dibumbui setan dengan dusta. Sungguh rugi sekali orang yang punya waktu luang digunakan untuk ngerumpi dan mengghibahi saudaranya tiada henti. Oleh karena itu hendaknya seorang Muslim mengingat lima sebelum lima. Satu diantaranya mengingat waktu luang sebelum sempit tiba sehingga ia tidak gunakan waktu luangnya untuk ghibah yang amat hina.

5.Mencari muka di depan atasan.
Demi mendapat pujian atasan, seseorang rela menyikut dan menjatuhkan sesama teman. Untuk mencari sanjungan atasan, seseorang berani mengghibah saudaranya di hadapan bosnya. Tujuannya tidak lain untuk mencari muka di depan atasannya agar dia naik jabatan atau pangkatnya. Atau agar dia disebut lebih utama daripada saudaranya. Orang seperti ini adalah orang yang mencari ridho manusia tetapi dengan kemurkaan Alloh  . Rosululloh   bersabda:

“Dan barangsiapa yang mencari keridhoan manusia dengan kemurkaan Alloh, maka Alloh akan menyerahkan urusannya kepada manusia.” (HR. at-Tirmidzi)

6.Ujub (bangga terhadap diri sendiri) dan lupa terhadap kekurangan diri sendiri.
Ujub adalah sikap menganggap diri sendiri mempunyai hak terhadap Alloh   dan makhluk dibanding dengan orang lain. Perbedaannya dengan sombong adalah ujub bisa muncul walaupun seseorang dalam keaadan sendiri, karena dia merasa sempurna dan lebih dari orang lain. Adapun sombong adalah sifat yang dilahirkan dari rasa ujub yang dimunculkan pada orang lain.

Oleh karena itu, seseorang hendaknya sibuk mengoreksi kesalahan diri sendiri. Orang yang pekerjaannya mengghibahi orang lain adalah orang yang tidak melihat aibnya sendiri. Dia melihat dirinya seolah sempurna tanpa kesalahan. Bahkan, kesalahan orang lain yang sekecil semut padahal jauh tampak jelas dimata dia. Sementara kesalahan sendiri yang besar dan di depan mata tidak tampak. Maka benarlah peribahasa “Kuman di seberang lautan tampak dan gajah di pelupuk mata tidak tampak”. Itulah perumpamaan orang yang suka menggibahi orang lain tanpa melihat aib dirinya sendiri.

7.Bercanda.
Banyak sekali orang bercanda dengan mengghibah saudaranya. Dengan candanya, ia membeberkan semua aib temannya. Terkadang sampai orang yang dicandai merasa malu dan terpojok. Bahkan lebih dari itu. Ia merasa dilecehkan dan dipermalukan di depan orang lain.
Sebenarnya bukannya canda itu haram dan tidak boleh. Dibolehkan canda, asalkan tidak ada unsur ghibah dan pandai dalam mengemas dan menempatkannya. Memang jauh sekali canda kita dengan canda Rosululloh  . Canda–canda beliau   adalah canda yang benar yang menghibur dan memberikan kebahagiaan kepada yang dicandai. Bukan canda-canda ghibah yang tak bermutu dan tabu, melainkan canda yang bersumber dari ilmu dan bukan sekedar mengisi waktu saat jemu.

8.Hasad (iri hati).
Inilah salah satu penyebab utama orang melakukan ghibah. Ketika orang lain mempunyai kelebihan yang tak ada pada dirinya, maka si pengghibah mulai menyebar gosip tentang kejelekan orang tersebut atau keluarganya. Dengan tujuan kelebihan orang tersebut hilang atau pindah kepadanya. Padahal ghibah tersebut tidak mempengaruhi nikmat Alloh   padanya. Akan tetapi, karena kebusukan jiwa dengan ghibahnya seolah-olah dia protes kepada Alloh, “Ya Alloh kenapa engkau beri nikmat tersebut kepada fulan dan bukan kepadaku?” Sungguh ini  merupakan kelancangan kepada Alloh.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA : GHIBAH YANG DI PERBOLEHKAN, MEMANG ADA ?

2 komentar:

  1. kalo perempuan biasanya ngegosip karena ngikut apa kata temennya. kadang juga karena iri dengan hidup orang lain yang keliatan sempurna. padahal rumput tetangga pasti bakal lebih hijau kalau diliat dari rumah orang lain. *lah :)) solusinya cuma satu sih, klo pas diajak ngegosip dicuekian aja. xD ntar juga diem sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya namanya juga ciwi-ciwi pasti ga jauh jauh dari gosip wkwk

      Hapus

Silahkan mengcopy-paste, menyebarkan, dan membagi isi blog selama masih menjaga amanah ilmiah dengan menyertakan sumbernya.

Salam : Admin K.A.

Diberdayakan oleh Blogger.