MANFAAT BERDOA YANG TIDAK BANYAK DI KETAHUI ORANG LAIN


Doa atau berdoa merupakan ibadah yang sederhana dan mudah, bersifat umum dan sama sekali tidak terikat dengan tempat, waktu maupun keadaan. Doa bisa dilakukan pada malam maupun siang hari, di darat, laut maupun di udara, pada saat bepergian maupun ketika di rumah, ketika dalam keadaan kaya maupun miskin, sakit maupun sehat, dan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Sungguh, doa merupakan tugas seorang Muslim sepanjang umurnya, ia menuntun seorang hamba meniti awal tangga penghambaan, juga pertengahan dan puncaknya, agar sepanjang hidupnya ia senantiasa dalam keadaan iftiqār (butuh) dan berlindung kepada Khaliqnya, Alloh  .

Manfaat Doa

Membiasakan diri untuk berdoa bisa menjadi sebab terhindarnya seseorang dari bencana, mala petaka dan kesengsaraan, sebagaimana firman Alloh   tentang Nabi Ibrahim  :

“Dan aku akan berdoa kepada Robbku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Robbku.” (QS. Maryam [19]: 48)Dan firman-Nya tentang perkataan Zakariya  :

    ﴾  “Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, wahai Robbku.” (QS. Maryam [19]: 4)
Banyak sekali bencana yang tercegah karena doa, banyak sekali cobaan dan ujian yang dihapuskan oleh Alloh   karena doa, juga sekian musibah disirnakan oleh Alloh   karena doa, serta berbagai dosa dan maksiat diampuni oleh Alloh   karena doa pula. Doa bisa menjadi benteng bagi seseorang dari godaan setan, dan tameng dari lemparan anak panahnya. Doa adalah senjata bagi seorang Mukmin, sementara Alloh   berfirman:

“Dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka....” (QS. an-Nisa’ [4]: 102)Banyak sekali karunia dan kenikmatan, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, diraih berkat lantunan doa. Yaitu kenikmatan berupa kemenangan, kemuliaan, kemapanan dan ketinggian derajat di dunia dan di akhirat. Sungguh, betapa besarnya kedudukan doa dan betapa agungnya karunia dan nikmat Alloh   yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya berupa doa.
Semua keutamaan dan kebaikan ini termasuk bentuk ijabah (pengabulan doa). Maka, tidaklah salah bila doa merupakan salah satu kewajiban yang paling urgen dan agung. Oleh karena itu, doa merupakan sunnah (perilaku) para nabi, sebagaimana telah disebutkan kisah-kisah mereka di dalam al-Qur'an. Alloh   berfirman:

“Sesungguhnya mereka (para nabi itu) adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. al-Anbiya: 90)
Dengan demikian, terlihatlah betapa besar manfaat dan keagungan doa dalam kehidupan seorang Muslim, baik ketika ia masih hidup maupun setelah kematiannya. Adapun ketika ia masih hidup, maka manfaat tersebut didapat melalui doa seorang Muslim untuk dirinya sendiri dan kaum Muslimin lainnya. Dan dari orang yang hadir untuk orang yang tidak hadir tanpa sepengetahuannya, ini merupakan salah satu doa yang mustajāb, sementara malaikat akan berkata, ‘Dan semoga bagimu juga yang semisalnya.’, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih. Juga, doa dapat menghalangi para musuh dan serangan mereka, tipu daya dan kejahatan mereka.

Kemudian, doa juga berguna sebagai pengusir setan. Ibnu ‘Abdil Barr   dalam kitabnya at-Tamhid berkata, “Adapun mengusir setan dengan tilāwah (membaca ayat al-Qur’an), dzikir dan adzan, itu telah menjadi kesepakatan (tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini) dan sudah masyhur di dalam atsar.”
Adapun manfaat doa setelah kematian, maka doa bisa menjadi tali penghubung yang denganya seorang Muslim berhubungan dengan Muslim lainnya yang telah meninggal. Alloh   telah mengajarkan kita semua untuk berdoa, “Ya Robb kami, ampunilah dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan iman.”. Dalam sebuah hadits yang shahih juga disebutkan bahwa di antara kebaikan yang terus mengalir bagi seseorang setelah matinya adalah: “...atau anak shalih yang senantiasa mendoakannya.”. Doa dan sedekah yang pahalanya diperuntukkan bagi orang mati, keduanya bisa sampai bagi orang yang telah mati menurut kesepakatan para ulama (ijmā’).

BACA JUGA ;DOA-DOA YANG DIKABULKAN DALAM BERBAGAI PERISTIWA SEJARAH

Tidak ada komentar

Silahkan mengcopy-paste, menyebarkan, dan membagi isi blog selama masih menjaga amanah ilmiah dengan menyertakan sumbernya.

Salam : Admin K.A.

Diberdayakan oleh Blogger.